Dalam Giat Jum’at Curhat, Begini Penjelasan Wakapolres Pacitan Cara Pencegahan Penyakit Leptospirosis | Polres Pacitan

Dalam Giat Jum’at Curhat, Begini Penjelasan Wakapolres Pacitan Cara Pencegahan Penyakit Leptospirosis

Pacitan – Penyakit Leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus berupa bakteri yang masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur.

Gejala yang dialami saat terjangkat adalah penderita merasa demam mendadak, lemas, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepala, nyeri otot betis.

Diwilayah Kabupaten Pacitan saat ini merebak kasus penyakit Leptospirosis dengan kasus yang terjangkat hingga saat ini ada 220 jiwa, sampai menimbulkan kematian 6 orang dari wilayah kecamatan Nawangan 3 orang, Kecamatan Tegalombo 1 orang, kecamatan Tulakan 1 orang dan kecamatan Sudimoro 1 orang.

Dalam kesempatan Jum’at Curhat di balai kecamatan Nawangan pada hari Jum’at ada salah satu warga masyarakat yang menanyakan terkait penyakit tersebut.

“Bagaimana menindak lanjuti timbulnya penyakit Leptospirosis di wilayah Nawangan, dan apa langkah dalam menindak lanjuti berita berita penyakit Leptospirosis yang melumpuhkan perekonomian warga Kecamatan Nawangan, padahal tidak” ungkap Bonimin salah warga Desa Nawangan.

Wakapolres Pacitan yang menjadi moderator dalam kegiatan Jum’at curhat memberikan tips pencegahan “dengan menggunakan saring tangan dan sepatu boots saat masuk dalam genangan air, serta mencuci tangan dengan sabun setelah selesai beraktivitas”.

Kasat Reskrim juga menambahkan “kita berkerjasama dan berikan dukungan seluruh stakeholder serta berikan penjelasan pada warga masyarakat, jangan mudah percaya berita yang ada, cek dan kroscek”

Kegiatan Jum’at Curhat yang dibarengi dengan kegiatan vaksinasi di tutup dengan pemberian santunan kepada warga yang kurang mampu dan foto bersama. (***hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *