Peduli korban Longsor Ponorogo, Kapolda Jatim berikan bantuan dan kunjungi langsung kondisi korban | Polres Pacitan

Peduli korban Longsor Ponorogo, Kapolda Jatim berikan bantuan dan kunjungi langsung kondisi korban

Tribratanews.polri.go.id : Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin bersama Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Kabid Propam Kombes Yoyon Toni  disambut para Kapolres Korwil Madiun dan langsung menuju lokasi bencana longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran Kecamatan Pulung, Ponorogo, Minggu (2/4/2017).

Kapolda Jatim dan rombongan didampingi Bupati Ponorogo langsung menemui para korban dan memberikan bantuan kepada para korban bencana. Disamping itu, Kapolda Jatim  dan rombongan juga langsung meninjau lokasi terjadinya tanah longsor.

 Musibah tanah longsor terjadi lagi dan ini terjadi di di RT 2/RW 1 dan  RT 3/RW 1 Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten. Ponorogo, Sabtu (1/4/2017) pagi sekitar 07.30 WIB.

Tanah longsor menelan sekitar 30 bangunan di dua pedukuhan masuk Desa Banaran dan diperkirakan masih sekitar 22 orang tidak sempat menyelamatkan diri dan masih tertimbun. Tanah longsor ini mencapai radius sepanjang kurang lebih 800M.

Musibah itu membuat Kapolres Ponorogo langsung pimpin kegiatan evakuasi bencana tanah longsor tersebut.

Sebagaimana diketahui pada saat kejadian dalam hitungan detik tanah yang sudah beberapa waktu lalu sudah retak, bukit (tebing) pada ketinggian kurang lebih 800 metar ini mengalami longsor dan menimpa rumah warga dibawahnya dalam radius panjang longsor sekiyar 1,5 km dan lebar 250 meter.

Menurut Kateni (52) saksi mata,bahwa warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi tanah longsor, sesuai perintah Muspika dan Kepala Desa pada malam hari masyarakat sudah mengungsi. Namun pada pagi hari mereka kembali ke Kebun dan pada hari kejadian masyarakat sedang menengok rumah dan hewan peliharaan.

Sedangkan hari itu ada masyarakat yang panen jahe kemungkinan banyak menjadi korban. Tiba tiba tanah longsor bergemuruh mengeluarkan asap dan tanah mengalir menyapu rumah dibawah bukit dan disepanjang pinggiran sungai yang ada dibawahnya.

Korban nyawa untuk sementara kurang lebih 28 orang (masih hilang) dan kerugian materiil belum bisa ditaksir, 32 rumah tertimbunn atau rusak parah.

Sementara Muspika sedang mengadakan koordinasi guna evakuasi dan BNPB Ponorogo membuat posko darurat pengungsian.

Penulis       :M.Sholeh

Editor        : Umi Fadhilah

Publish      :M.Sholeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *